Ada anggapan yang semakin berkembang bahwa kekurangan Omega 3 (asam lemak dalam minyak ikan) berperan terhadap gangguan perkembangan anak, termasuk kesulitan belajar, masalah perilaku, dan depresi.
Hasil dari berbagai percobaan yang meningkatkan asupan Omega 3 pada anak masih bertentangan; sebagian menunjukkan kemajuan dalam beberapa area, seperti dalam proses belajar dan pola perilaku, sementara yang lainnya tidak menunjukkan perbedaan apa pun. Salah satu percobaan terhadap anak dengan dispraksia (lihat bawah) menunjukkan kemajuan dalam membaca, mengeja, dan tingkah laku. Namun, tidak ada kemajuan dalam keterampilan motoriknya.
Hanya satu percobaan yang mengamati dampak dari pemberian minyak ikan, dengan kandungan vitamin dan mineral, pada anak-anak shat. Hasilnya menunjukkan kemajuan dalam daya ingat dan keterampilan lisan, tapi bukan di daerah lainnya atau dari segi IQ.
Penelitian lebih lanjut memang masih diperlukan. Namun untuk sementara waktu, usahakanlah menyertakan sumber minyak ikan (salmon atau makerel) dalam diet anak Anda setidaknya dua kali seminggu.
